Read More...... Dunia Dalam Seni,Pendidikan & Teknologi.: Maret 2010

Selasa, 09 Maret 2010

Informasi Tentang Dunia Teknologi Terkini


Gurita Asal Indonesia Mampu Membuat Rumah Dari Batok Kelapa

Para ilmuwan Australia telah menemukan gurita di Indonesia yang mengumpulkan batok kelapa untuk dijadikan rumah. Ini bisa jadi merupakan penemuan perilaku tingkat lanjut yang pertama bagi binatang invertebrata (tanpa tulang belakang) yang mampu memakai alat.

Para ilmuwan memfilmkan gurita Amphioctopus marginatus itu yang tengah memilah kumpulan batok-batok kelapa di dasar lautan, mengosongkan isinya, dibawa di bawah tubuhnya sejauh 20 meter, dan kemudian mengatur dua batok sehingga membentuk bola tempat bersembunyi.

Julian Finn dan Mark Normann, dari Musium Victoria di Melbourne, selama beberapa kali mengunjungi Sulawesi Utara dan Bali untuk menyelam, antara periode 1998 sampai 2008, telah melihat aktivitas janggal dilakukan oleh empat gurita berbeda. Penemuan mereka diterbitkan, Selasa (15/12/2009) di majalah Current Biology.

“Saya sampai tercengang,” kata Finn, seorang peneliti pakar biologi dari musium yang berspesialisasi pada Cephalopoda. “Maksudku, aku sering melihat gurita bersembunyi di balik batok kelapa, tapi aku tadinya belum pernah melihat ada yang bisa mengambil batok, dan menariknya. Aku sampai harus menahan tawa.”

Gurita seringkali memakai barang apa saja untuk berlindung. Tapi para ilmuwan telah menemukan bahwa gurita berpembuluh darah itu selangkah lebih maju karena bisa menyiapkan batok-batoknya, dengan cara membawanya cukup jauh, lalu mengaturnya di tempat lain.

“Itu adalah contoh pemakaian alat, yang mana belum pernah ditemukan pada mahluk invertebrata sebelumnya,” kata Finn.

“Bedanya dari umang-umang darat ialah gurita ini mengumpulkan batok-batok untuk digunakan belakangan, jadi ketika memindahkan batok, gurita itu tak terlindungi,” kata Finn. Hal ini unik karena batok itu tak langsung dipakai, berarti gurita itu bisa berpikir untuk masa depan. “Karena bisa mengumpulkan batok untuk digunakan nanti maka gurita ini unik.”

Para peneliti berteori bahwa kemungkinan besar jenis gurita itu dulunya memang bercangkang. Tapi begitu manusia tahu membelah kelapa dan membuang batoknya ke laut, gurita-gurita itu menemukan cara yang lebih baik untuk berlindung, tutur Finn.

Penemuan ini berarti, karena ini menunjukkan bahwa hewan mampu untuk menunjukkan perilaku yang lebih rumit, menurut Simon Robson, lektor kepala bidang biologi tropis dari Universitas James Cook di Townsville.

“Gurita memang menonjol sebagai hewan invertebrata yang cerdas,” Robson memaparkan. “Mereka memiliki indra penglihatan yang cukup berkembang dan otak yang cukup cerdas. Jadi aku rasa penemuan ini menunjukkan kemampuan perilaku rumit yang bisa dilakukan organisme ini.”

Di kalangan ilmiah memang selalu ada perdebatan tentang definisi ‘penggunaan alat’ dalam dunia hewan, menurut Robson. Para peneliti Australia menjabarkan ‘alat’ sebagai barang yang dibawa atau disimpan untuk keperluan mendatang. Tapi ada juga ilmuwan lainnya yang beda pendapat, jadi sulit untuk menentukan dengan pasti apakah ini memang perilaku penggunaan alat pada hewan invertebrate atau bukan, kata Robson. Tapi biar bagaimanapun ia tetap menganggap penemuan ini sangat menarik.

“Ini satu lagi contoh yang membuat kita sadar betapa miripnya manusia dengan alam. Kita hanyalah perpanjangan dari planet ini,” tandasnya.

Seni Itu Indah

Kesenian Sunda yang mulai Pudar

Kesenian sunda banyak sekali macamnya. Kesenian sunda itu diantaranya adalah kesenian jaipongan, kuda renggong, sunga depok wayang golek, dan lain sebagainya. Sejalan dengan perkembangan zaman di tanah air ini bermunculan seni-seni yang mulai menenggelamkan kesenian tradisional sunda semakin memudar khususnya tari jaipong.

Contohnya pada waktu hajatan orang-orang yang mempunyai hajatan lebih memilih kesenian seperti kesenian dangdut dengan goyangan yang kurang mengenakan. Hajatan itu bisa berupa khitanan, pernikahan ataupun yang lainnya. Ini mungkin sudah lunturkah kesenian jaipongan yang dulunya di kagumi oleh orang bandung untuk mengisi hajatan semacam ini. Sewaktu berjayanya kesenian jaipongan ini kita memang tidak luput bila ada hajatan untuk mengundang atau menyewa jasanya untuk menghibur para tamu yang akan ke hajatan kita. Kini karena munculnya dangdut dengan tarian erotis tadi tari jaipong mulai ditinggalkan. Zaman sudah berubah selera orang-orang tentang tari jaipongan mulai luntur, apabila kejadian ditanggulangi kemungkinan tari jaipong ini hanya tinggal namanya saja. Itu berarti kesenian jaipong sebagai kesenian yang dibanggakan oleh orang terdahulu kita akan punah, jadi kalau begitu salah satu budaya Indonesia akan hilang pula.

Apakah perlu dibiarkan kalau tari jaipong menjadi hilang? Mungkin bagaimana cara untuk mengatasi hal semacam ini? Disini saya bisa menjawab sayang sekali kalau kesenian jaipongan ini kalau sampai hilang sebagai salah satu kesenian tradisional kita. Dan untuk mengatasi hilangnya tari jaipong ini untuk pemerintah alangkah baiknya menyelenggarakan lomba tentang tari jaipong ini. Kalau juara pertama bisa mendapatkan hadiah uang yang lumayan dan pemenang bisa melakukan tur keluar negeri untuk mempromosikan kesenian tradisional sunda ini supaya lebih banyak dikenal, maupun banyak peminatnya.